kecanduan seks

Apa yang Menandakan Seseorang Kecanduan Seks? Bisa Jadi Anda Juga

Kecanduan seks atau hiperseks termasuk salah satu gangguan mental. Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal juga dengan istilah perilaku seksual kompulsif. Penderita menjadi terobsesi dengan seks dan tidak mampu mengendalikan perilaku seksualnya.

Sebagai akibatnya, pikiran penderita akan dikuasai oleh bayangan akan aktivitas seksual. Pada kasus yang berat, kondisi ini bahkan dapat menghambat aktivitas sehari-hari penderita serta hubungan sosialnya.

Seperti apakah ciri-ciri orang yang mengalami kecanduan seks? Bantuan apakah yang sekiranya dapat diberikan pada penderita? Simak seluk-beluknya di bawah ini!

Ciri-ciri Orang yang Mengalami Hiperseks

Kecanduan hal-hal berbau seksual terkadang sulit diketahui karena penderita cenderung menutupi kondisinya. Namun beberapa gambaran berikut bisa kamu cermati sebagai acuan:

  • Terlalu sering melakukan masturbasi dan tidak bisa menahan diri walau ada keinginan untuk berhenti.
  • Berhubungan seks dengan lebih dari 1 pasangan. Frekuensi aktivitas seksual pada penderita hiperseks biasanya akan meningkat. Selain berganti-ganti pasangan, penderita bahkan tidak segan untuk menyewa jasa prostitusi.
  • Gemar melihat hal-hal yang berbau pornografi, misalnya menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengunjungi situs porno (tidak peduli tempat atau waktu).
  • Mengabaikan seks yang aman, contohnya tidak mau memakai kondom karena menganggapnya dapat menghalangi kepuasan seksual yang maksimal.
  • Melakukan cybersex, yaitu aktivitas seksual melalui jaringan internet. Misalnya, mencari pasangan di dunia maya untuk mengobrol hal-hal tidak senonoh.
  • Memiliki perilaku ekshibisionis dan voyeuristic. Pelaku ekshibisionis gemar memamerkan alat kelaminnya pada orang lain demi mendapat kepuasan seksual, sedangkan voyeuristic merupakan perilaku dimana seseorang mendapatkan kepuasan dengan mengintip orang lain ketika sedang ganti baju, telanjang, atau berhubungan intim.

Penderita kecanduan seks umumnya merasa kesulitan untuk mengendalikan perilakunya, maupun mencari bantuan untuk menyembuhkan penyakitnya. Rasa senang dan kepuasan seksual yang dirasakan akan membuatnya ketagihan dan meneruskan perilaku seksualnya.

Kecanduan membuat penderita berpikir bahwa dirinya tidak akan bisa bertahan bila tidak melakukan hal-hal berbau seks. Hal ini memicu penderita untuk mencari rangsangan seksual dan memuaskan hasratnya.

Meskipun begitu, penderita perlu mengetahui bahwa sikap tersebut dapat membahayakan diri sendiri maupun orang yang dicintainya. Jadi, butuh bantuan dari keluarga maupun orang terdekat untuk menyadarkannya dan mencari bantuan medis.

Penyebab di Balik Kecanduan Sekskecanduan seks

Hingga saat ini, penyebab pasti di balik munculnya gangguan hiperseks belum diketahui. Namun para pakar menduga bahwa kelainan pada kadar senyawa kimiawi dan struktur otak dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami gangguan mental ini.

Bagi pecandu seks, hubungan seks bukanlah sesuatu yang dilakukan untuk memperoleh kedekatan atau keintiman dengan seseorang. Aktivitas seksual kerap dijadikan sebagai pelarian dari berbagai masalah yang dialami oleh penderita, contohnya:

  • Tekanan dalam pekerjaan.
  • Hubungan asmara yang sedang bermasalah.
  • Memiliki keluarga yang tidak harmonis.

Perilaku seksual tersebut kemudian menimbulkan rasa bersalah, malu, keinginan untuk berubah. Namun, penderita tidak berdaya untuk keluar dari kebiasaannya.

Baca Juga: Ladies, Berikut Hal Konyol dan Tak Terduga Saat Berhubungan Intim

Cara Menangani Kecanduan Seks

Rasa kecanduan akan sulit untuk dihilangkan. Seseorang dengan masalah kecanduan biasanya akan membenarkan perilaku dan pola pikirnya yang salah. Pun pada penderita hiperseks, mereka mungkin akan menyangkal bahwa dirinya terkena gangguan ini.

Namun penderita yang sudah menyadari bahwa dirinya mengalami kecanduan terkadang tetap kesulitan untuk mengendalikan dan menghentikan perilaku ini. Oleh sebabnya, dibutuhkan dukungan dari orang-orang di sekitarnya untuk membantu penderita.

Bila motivasi atau keinginan kuat untuk berubah sudah dimiliki, penderita dapat menjalani diagnosis dan pengobatan yang tepat dari dokter maupun ahli jiwa.

Dokter umumnya akan menganjurkan penderita untuk menjalani psikoterapi. Salah satunya adalah terapi perilaku kognitif (cognitive behavioral therapy/CBT).

Melalui CBT, pasien akan diajari untuk mengenali pemicu di balik gangguan hiperseks yang dialaminya. Pasien kemudian akan belajar untuk menyikapi pemicu tersebut dengan cara yang lebih positif agar tidak lagi terpuruk dalam kecanduan.

Jika dibutuhkan, dokter juga dapat membantu pasien dengan meresepkan obat-obatan tertentu untuk menurunkan dorongan untuk melakukan aktivitas seksual. Namun, langkah ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Proses pengobatan bagi penderita kecanduan seks membutuhkan waktu dan tenaga yang tidak sedikit. Oleh karena itu, penderita diimbau untuk bersabar dalam menjalaninya. Dukungan dari keluarga maupun orang terdekat juga akan sangat membantu dalam penyembuhan gangguan mental ini.

Baca Juga: Waspada! 4 Bahaya Menjilat Vagina Bagi Kesehatan Wanita dan Pria

Apabila kamu mencurigai bahwa pasangan atau orang terdekatmu mengalami gejala yang menggambarkan kecanduan seks, cobalah membujuknya untuk berkonsultasi ke dokter dan mencari bantuan medis. Menyadari dan mengakui bahwa dirinya mengalami hiperseks merupakan langkah awal menuju kesembuhan!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.